LOVING you …
satu bilik ruang terbuka
dinding-dindingnya bercahaya
menghadirkan nuansa
ich liebe dich …
tak termaknai
tak dimengerti
tak terduga
tanpa kesan
dan tak terdefinisi
jatibyaiablion …
tanpa sebuah bentuk yang berarti
tanpa kisi
tanpa isi
tresno sliramu …
ada sesuatu yang mengalir
kadang deras, seperti jeram
garang, bagai gelombang
kadang lembut, seperti belaian angin
aishite-iru …
tapi sekali lagi sulit untuk terdefinisi
pada apa dan siapa,
untuk apa dan kenapa?
je t’aime …
sadar ada perasaan terindah
yang tak mampu terlukiskan di hati setiap orang
dan tak pernah terungkapkan
apakah sebenarnya ia
ai zai ai ni …
menunggu, untuk menjawab
menjaga, untuk memberi arti lebih
menemani, untuk terhargai
ber-azzam, untuk sebuah harapan
ich hoven jou …
dalam tiap kebersamaan
ada sebuah senyum
ada sepuluh keluh
ada seratus kegembiraan
ada seribu asa
dan ada sejuta kasih sayang
ah sarang hae …
ada bagian dari diri
yang terasa berharga,
sangat berharga
te amo …
tiada sendiri
karena berapa banyak cinta
yang dapat tergapai dan memberinya rasa
abdi bogoh ka anjeun …
semua kemungkinan bisa dicapai
mungkin tumbuh
mungkin berkembang
mungkin bersemi
mungkin berbunga
mungkin berbuah
mungkin layu
mungkin roboh
mungkin juga hilang
mahal kita …
namun masih ada asa
sepanjang jalan langkah ini
berceceran terkeping-keping
seberapa banyak ia telah diam, menanti
aaksyana pyarka …
ia terbingkai indah
menunggu setiap orang meraihnya
mendekapnya
uhibbukum fillah …
adakah yang lebih indah
selain belajar mencintai?
karena bukankah kehidupan ini
adalah sebuah proses
untuk belajar mencintai?
11 Juli 2oo5 o6:26 a.m.
Sebuah puisi karya almarhumah Lin