Archive for July 7, 2009

Melihatnya tapi tak bisa menyapanya

Ketika perasaan selalu dilibatkan dalam detik-detik yang dilalui
Ketika perasaan selalu dilibatkan dalam sebuah hubungan
Ketika perasaan menyebabkan sulit untuk melepaskan
Ketika perasaan menjadi penghambat untuk berkembang
Maka kita akan terpuruk dan tersakiti karena perasaan itu
Segeralah bangkit walaupun harus tertatih, perih dan merintih
Jangan jadikan dia penggerogot hati dan pikiran kita
Tetaplah tersenyum, janganlah menangis, karena perasaan itu fana

Adalah kebodohan yang nyata, jika seseorang dengan mudah selalu dapat dipermainkan dengan perasaannya sendiri. Ini persis dengan anak kecil yang selama hidupnya akan selalu dipermainkan oleh perasaannya sebagai seorang anak. Mereka akan menangis atau malah mengamuk, hanya karena tidak dibelikan mainan atau tidak boleh jajan atau yang lainnya. Mereka tidak mau tahu kenapa mereka tidak dibelikan mainan, tidak boleh jajan atau yang lainnya. Yang jelas mereka merasa kecewa hanya karena keinginannya tidak diturutinya. Jikalau toh berusaha diberi pemahaman yang masuk akal sekalipun, mereka sulit memahaminya atau malah tidak mau tahu tentangnya.

Begitulah adanya mereka, yang kebetulan dalam perkembangannya, harus terlatih dengan perasaannya sendiri sebagai seorang anak. Mereka semua haruslah melalui tahapan tersebut, agar supaya, jika sudah remaja mulai bisa memahaminya. Memahaminya, akan adanya perasaan yang tidak harus dituruti begitu saja. Memahaminya, supaya mereka kemudian bisa membedakan, perasaan yang mana yang harus dipilihnya, supaya bisa dibedakan bahwa mereka bukanlah seorang anak lagi. Bukan sebagai seorang anak lagi, karena sudah mempunyai kemampuan dalam memilah-milah perasaannya. Memilah-milah perasaan yang baik dan seharusnya, dan bukan menuruti perasaan yang mungkin saja akan menyenangkan hatinya saja. Perasaan yang menyenangkan hatinya, yang tidak bisa dituruti karena sudah merasa dirinya bukanlah anak-anak lagi.

Sangat berbeda dengan orang yang punya kejelian atau kemampuan mengendalikan diri dalam mengendalikan perasaannya untuk merespon sesuatu hal yang terjadi. Mereka adalah orang-orang yang mampu memahami masalah yang sedang terjadi pada dirinya. Demikian sehingga, kemudian mereka akan mampu memilah-milah akan perasaan mana yang harus ada dan perasaan mana yang harus tidak diturutinya. Mereka tahu tentang resiko atau efek yang akan terjadi jika dia menuruti apa saja perasaan yang seakan begitu kuat mendoronngnya itu.

Merekalah orang-orang yang selalu berhati-hati mengambil sikap dan tindakan. Sikap dan tindakan yang telah didorong oleh kekuatan perasaan yang saat itu ada dan berusaha mempengaruhinya. Dengan kehati-hatian itulah, mereka akan memilah-milah dan mempertimbangkan perasaan yang pantas dilakukan dan pantas untuk dikendalikan. Mereka juga tahu bahwa mengikuti perasaan saja, tidaklah membawa penyelesaian secara bijak dan pada tempatnya. Kemudian barulah mereka akan menentukan sikap dan tindakan, jikalau mereka sudah tahu dan memahami duduk permasalahan yang sedang dihadapinya.

Kemudian selanjutnya, merekalah yang sudah mulai terpancar sinar kedewasaan dan kematangan yang muncul dalam dirinya. Merekalah yang akan selalu muncul dan hadir membawa kesejukan dan penuh kebijaksanaan. Penuh kebijaksanaan dan kesejukan ketika harus dihadapi dengan kejadian dan masalah yang menuntut saling pemahaman bersama. Saling bisa memahami akan keputusan sesulit apapun. Saling memahami, walaupun sikap itu takkan pernah mampu bisa melegakan semua perasaan yang ada disekitarnya. Saling memahami bahwa keputusan tentang masalah tersebut harus terjadi. Sehingga yang terjadi, seakan tidak perlu ada yang disakiti walaupun harus ada yang dikalahkan ataupun harus dirugikan.

Memulai pekerjaan yang sempat tertunda

Wanita mempunyai 9 perasaan dan 1 logika, betulkah itu? Secara survey dan pengalaman yang pernah cha alami hal tersebut benar, wanita lebih sering melibatkan perasaan dalam setiap aktivitas dan detik-detik yang dialami dalam kehidupannya. Harus mulai disadari, perasaan inilah yang akan menghambat dan bisa juga perasaan inilah yang akan menghantarkan pada kesuksesan. Harus dipelajari juga bagaimana cara memanage perasaan ini agar kita tidak larut dan terkalahkan olehnya. Sungguh berat ketika perasaan mengatakan berat padahal ketika kita menggunakan logika untuk mulai berpikir bagaimana solusi-solusi yang bisa diambil kita dapat mulai lagi menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sempat tertunda. Hilangkanlah perasaan-perasaan yang akan membuat kita tidak bisa berkembang, harus memanagenya agar tak berlebihan sehingga tidak akan menghambat nantinya. Mulailah mencoba dan mencoba, karena dengan mencoba sesulit apapun rintangan yang menghadang akan terselesaikan. I’ll fight for you…

2 minutes be left over

Hampir aja telat nyampe kantornya, 2 minutes be left over padahal biasanya 10 menit tapi barusan alhamdulillah bisa dicapai dalam 8 menit rekor walaupun berpeluh :)
Alhamdulillah cha mendapatkan perhatian itu walaupun schedule pagi jadi sedikit kacau tapi gpplah dengan perhatian dan semangat ini menjadikan hari ini lebih bersemangat insya Allah.

Besok juga ada rencana mau renang ma sahabat-sahabat cha di Bandung neh….asyiiikkkkkk…..horeeeee…semoga Allah menakdirkan besok amin :)

Hari ini kangen juga ma sahabat cha, Ashe, dimanakah dia ya? Jakarta? atau Ciamis? cha ga bisa menghubunginya uhmm….kenapa ini? padahal cha begitu kangennnnnnnnnnnnnn….Ya Allah semoga sahabatku itu baik-baik saja amin. Ok Let’s to work…banyak issue neh Gambatte! :)