Bikin Fesbuk Gratis Angkot

Terinspirasi pengalaman menarik dan lucu semalem,

Era Muslim selasa, 28 Juli 2009 :
“Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Demikianlah salah satu akibat dari trend digital sekarang ini. Fungsi asli dari FB dan situs jejaring sosial lainnya seperti halnya Friendster, Twitter, dan sebagainya adalah untuk membuat jaringan teman di dunia maya. Hal ini sangat bermanfaat bagi para marketer atau orang-orang yang memang diharuskan bergiat untuk berhubungan dengan banyak orang. Hanya saja, di Indonesia dan mungkin di negara lain, situs jejaring sosial ini malah menjadi trend yang sedikit banyak menggusur produktifitas nyata. Sekarang, lebih banyak orang menyukai melakukan kegiatan FB ketimbang membaca buku, kontemplasi, dan sebagainya. Padahal bagi kebanyakan orang, berfesbukan-ria tidak ada bedanya dengan ngerumpi dengan sesama teman di sekolah, pasar, atau pun kantor. Disibukkan dengan persoalan remeh-temeh. Wasting Time. Dengan sendirinya, produktivitas manusia menjadi menurun.”

Ketika cha mau pulang semalam, awalnya di angkot itu masih banyak orang kemudian turun satu per satu hingga tersisa cha karena cha paling jauh tujuannya :) . Trus terjadilah obrolan dengan sopir angkot tersebut :

Sopir angkot : “Teh bisa bikin email?”
Cha : “Bisa pak, kenapa emang?”
Sopir angkot : “Tolong bikinin ya teh?”
Cha : “Boleh pak, mau bikin fesbok ya pak?”
Sopir angkot : “Iya teh, temen-temen pada bilang fesbok itu rame dan lagi ngetrend banget. Ya walaupun sopir angkot tapi tetep harus gaul dan melek teknologi kan? “
Cha : “Ok dech pak, tapi bikin pake apa?”
Sopir angkot : “Ini teh” (dia menyerahkan hp N70 nya wow cha bengong)

Sepanjang perjalanan cha ngebikinin fesbok buat sopir angkot tersebut, sambil ga kuat menahan tawa yang harus ditahan karena khawatir meledak ditempat yang salah :)

Ternyata benar, semua orang addicted ma fesbuk sampe semua kalangan ga cuma orang-orang IT saja bahkan sopir angkot. Ecommerce yang paling laku sekarang adalah e-community seperti fesbuk, twitter, friendster dkk. Benar juga dari artikel yang cha baca kemaren bahwa orang Indonesia khususnya melewatkan salah satu tahap kebudayaan yang harusnya dilewati,

“Dari kebudayaan lisan, kebudayaan tulisan, kebudayaan baca, kebudayaan audio-visual (teve), dan sekarang kebudayaan cyber. Hal ini tidak dialami oleh bangsa Indonesia. Bangsa ini hanya mengalami kebudayaan lisan, lalu melompat ke kebudayaan audio-visual, dan sekarang termehek-mehek dengan kebudayaan cyber. Kebudayaan tulisan dan baca terlewat, dan sedihnya, terlupakan.”

Ya semoga masing-masing dari kita bisa mengambil manfaat dari kemajuan teknologi yang ada sekarang. Wallahualam bi shawab

2 Comments »

  1. jejakdunia Said:

    Bujubuneng!
    Kereeeeen buangggeeet dah tu sopir angkot :D

  2. Ech@ Said:

    Iya tuh..mang angkotna keren pak! :)


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.