Tiada yang sia-sia dalam sebuah perjalanan…
Tiga hari yang terasa hebat dan seperti mimpi di kehidupanku, 6-8 Mei 2011, aku menjelajah jabotabek sendirian (walaupun secara harfiah tidak sendirian karena aku di guide oleh saudara-saudaraku disana). Persiapan yang mendadak karena baru mendapatkan approval hari selasa dan aku harus berangkat jumatnya. Sungguh waktu yang teramat cepat, belum lagi aku harus melawan traumaku bepergian jauh menggunakan bus, tapi alhamdulillah semuanya terselesaikan semoga dengan baik dan benar.
Dimulai jumat subuh dimana aku harus bangun pagi dan mempersiapkan diri melakukan perjalanan 3 hari ini, berangkat menuju ke terminal leuwi panjang karena memang aku sudah berniat menggunakan bus. Rute awalnya adalah bogor-tangerang-bekasi-slipi. Makanya aku menggunakan bus bandung-bogor untuk menempuh rute pertamaku. Aku sudah tidak menginjakan kaki di bogor, jakarta dan sekitarnya sekitar 3 tahun, terakhir itu tahun 2008 ketika aku training seminggu di MABESAD. Wah, tak terasa lama banget aku tak berkunjung kesana, cuma jago kandang aja ditemani si merah
. Setelah bus berada di cibubur, aku mengsms adeku yang mau menjemput di terminal barangsiang dan ternyata dia sudah standby disana, lega banget perasaanku waktu itu. Akhirnya menepi di barangsiang pukul 11.10. Lucu kejadian di terminal ini, aku dan adeku itu berpelukan melepas kangen karena memang sudah lama tidak bertemu, sampai orang-orang di sekitar kami memperhatikan kelakuan kami, tapi kami cuek aja toh memang sudah lama kami tidak bersua. Perjalanan berlanjut ke rumah adeku, lumayan sih sekitar 1 jam dari barangsiang. Aku mulai kepanasan dengan udara di sekitarku. Setelah berbincang, aku meneruskan perjalanan rute keduaku ke tangerang, adeku itu mengantarkanku sampai daerah pasar ciputat dan selanjutnya aku meneruskan perjalananku sendiri, alhamdulillah sampai ke rumah saudaraku itu. Karena berhubung sudah menjelang maghrib dan hujan, aku akhirnya menginap disana. Semalam menginap berasa seminggu karena aku tidak dapat memejamkan mataku, pertama karena panas, kedua nyamuk, ketiga aku tidak nyaman ada disana. Paginya aku ubah rute, yang seharusnya ke bekasi dulu menjadi ke slipi dulu karena lebih efektif dan dekat aku pulang dari bekasi. Akhirnya perjalanan sendirian dengan berbekal guide dari yang dituju, aku berani melakukannya, walaupun turun dari transportasi sejuta umatnya tersasar hehe…
Sampai slipi dan meneruskan kembali ke rawasari, menjemput sahabatku untuk menuju bekasi, akhirnya sampai bekasi jam setengah sembilan malam, laper mendera kami akhirnya kami makan tongseng ayam, hmm yummy…Malam itu menginap di kamar sahabatku tapi tidak dapat berbincang panjang lebar karena aku sudah ngantuk berat, aku di bekasi sampai minggu siang karena aku ditunggu di bandung jam 4 sore. Mustahil jam 4 sore itu aku bisa menepati janjiku, tapi mukjizat Allah ada disini, dari bekasi jam 2 siang dan aku menepi di terminal leuwi panjang jam 1/2 4 dan akhirnya berhasil menepati janji jam 4 sore, alhamdulillah.
Ketika akan menuju rumah, aku memutuskan naik bus kota jurusan leuwi panjang-ledeng, mengenang saat-saat aku pertama kali menggunakan bus kota ini dengan sahabatku dulu ketika tahun pertama tinggal di bandung, dulu tarif Rp 1600 dan sekarang setelah 8 tahun, tarif itu hanya menjadi Rp 2000, sungguh murah
. Dan akhirnya aku sampai rumah pukul 7 malam.
Perjalanan terindah walaupun terasa bermimpi. Dan akhirnya aku pun dapat mengalahkan traumaku. Makasih buat saudara-saudaraku di jabotabek yang sudah bersedia membantuku. Miss u all.









