Kenapa ya selalu tak bisa memfilter jika ada teman atau siapapun yang cha kenal minta bantuan ke cha? Akibatnya gini, cha jadi merasa bersalah jika tak dapat membantunya, padahal kan ga harus selalu membantu cha, itu optional jika cha mau ya cha bantu jika ngga ya ga usah cha. Ini kelemahan cha yang sering dimanfaatkan orang, cha jadi sibuk dengan urusan yang bukan urusan cha. Ga boleh terulang lagi, semuanya harus dengan tujuan yang jelas, ga boleh ga enak ke siapapun yang ga bisa cha bantu. Arrrrgggghhhhh!!!!!
Archive for Uncategorized
Kapan kau akan kembali?
Berapa lama lagi untuk hati bersimpuh dan kembali pada Illahi, Berapa lama lagi untuk jiwa tersadar untuk kembali padaNya, Tak cukupkah semua, apa yang terjadi, Membuka sang mata, membuka sang hati…
Kapan kau akan kembali?
Di Bawah LangitMu
Di bawah langit-Mu bersujud semua
Memuji memuja asma-Mu
Dan bertasbih semua makhluk-Mu
Tunduk berharap cinta dan kasih-Mu
Cahaya Ilahi
Hangatnya di hati
Di langkah sejuta wajah
Terbata penuh salah
Jalani sang hidup
Terluka terhempas berdosa
Subhanallah Subhanallah
Subhanallah Subhanallah
Subhanallah Subhanallah
Subhanallah Subhanallah
Subhanallah Subhanallah
Subhanallah Subhanallah
Subhanallah Subhanallah
Hitam putih jalan hidup
Pahit getir warna dunia
Tangis tawa rasa hati
Terluka atau bahagia
Rasa bangga sementara
Setiap duka tak abadi
Semua wajah ‘kan dipuji
Pada Allah kita kan kembali
Dan bertasbih semua makhluk-Mu
Tunduk berharap cinta dan kasih-Mu
3 Agustus
Wah…waktu begitu cepat berlalu ya…dah masuk bulan Agustus lagi, aduh gimana neh?
Hari ini juga aneh banget, di laptop cha banyak keluar semut-semut kecil neh padahal dah 2 hari laptopnya ga dipakai masa ada gula yang masuk atau menempel di laptop cha sih? asa ga mungkin so why? kenapa mereka ada disini dan keluar dari lubang-lubang yang ada di laptop cha
, ada apa ini?????????????????????
Pagi ini juga dah melihat perjuangan hidup dari orang-orang yang cha lihat dan lalui pagi ini, mereka begitu semangat menjalani dan melanjutkan perjuangan hidupnya, pergi ke tujuan mereka masing-masing dengan sejuta harapan dan mimpi di benak. Tapi aku? kenapa semakin berharap Allah segera mencabutku dari perjuangan hidup ini, aku sungguh tak kuasa untuk melihat semua yang terjadi di dunia ini.
Chayoooo Cha!
Aku Jatuh, Cinta!!!
Seiring waktu berlalu
Tangis tawa di nafasku
Hitam putih di hidupku
Jalani takdirku
Tiada satu tersembunyi
Tiada satu yang terlupa
Segala apa yang terjadi
Engkaulah saksinya
Kau yang Maha Melihat
Kau yang Maha Melihat
Kau yang Maha Pemaaf
PadaMu hati bertobat
Kau yang Maha Pengasih
Kau yang Maha Penyayang
Kau yang Maha Pelindung
PadaMu semua bergantung
Yang dicinta ’kan pergi
Yang didamba ’kan hilang
Hidup kan terus berjalan
Meski penuh dengan tangisan
Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa ku kembali
Hapus semua pedih
Andai mungkin aku bisa
Kembali ulang segalanya
Tapi hidup takkan bisa
Meski dengan air mata
Story minggu sore kemaren 16 Desember 2007
Kemaren sore tuh cha merasa miris banget, cha ma temen cha cari makan n ada tukang roti bakar, temen cha tertarik dan akhirnya beli. Kebetulan penjualnya seorang bapak yang bisa dibilang dah lansia rambutnya aja dah beruban gitu…tadinya temen cha mo beli cuma satu tapi melihat di bapak penjual akhirnya dia beli 2 roti bakar…selanjutnya kami menunggu dengan sabar….maklumlah yang ngejual juga dah tua banget. Setelah selesai dan bayar akhirnya cha berkomentar….ya beginilah kerasnya hidup ya seorang bapak yang seharusnya tinggal di rumah menikmati sisa hidupnya masih harus bekerja mencari nafka….apakah dia tidak mempunyai anak yang seharusnya membahagiakannya ???? cha sedih banget membayangkannya….seolah-olah itu ayah cha sendiri…ya Allah beginikah kehidupan ?????
Setelah itu cha ma temen mampir di sebuah toko karena ada yang harus dibeli, eh disana ada seorang ibu ya tetangga kost cha lah bisa dibilang…tiba-tiba beliau bilang eh…eneng kemaren malem masuk TV ya …..langsung dech cha ketawa….secara iya emang cha ada di Bandung TV malem minggunya …..jadi Ge eR dech……
Air Mata Rasulullah
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata
Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri,
tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara
yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu, ” kata
Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan
Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi.
“Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman
kepadaku: ‘Kuharamkan surga
bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?”
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih
Allah direnggut ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah
mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.
“Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak bergerak lagi.Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera
mendekatkan telinganya.
“Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang
lemah di antaramu.
” Diluar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.“Ummatii, ummatii, ummatiii!” – “Umatku, umatku, umatku”Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa
baarik wa sallim ‘alaihi.
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Assalamu’alaikum wr wb
Sahabat ku merasa melakukan sebuah kesalahan besar yang tak kusadari sebelumnya, mungkin karena hati ini telah cukup lama kering, atau hanya karena ego pribadi yang berlebihan, maafkan aku sahabatku, semoga Allah mengampuni dosa-dosa yang telah kita perbuat selama ini.
Sahabat Sejenak ku terpaku membaca sebuah ayat,
Allah berfirman:
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي اْلأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ
“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan Allah tulikan telinga mereka dan Allah butakan penglihatan mereka.” (QS. Muhammad: 22-23)
secara tidak sadar kita telah merintis jalan untuk memutuskan silaturrahim, dengan tidak ada saling tegur, cuek. mengirim 1 atau 2 sms/email kadang kita ,ego dan perasaan enggan lebih menguasai kita, semoga ini bisa mengingatkan kita untuk tetap menjaga ukhuwah diantara kita…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ
“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturrahim.” (HR. Bukhari 5984 dan Muslim 2556)
Sahabat, dengan menghilang semua kesombongan diri, berbaik sangka kepada saudara kita,semoga perbedaan yang ada diantara kita, bisa kita toleransi, perbedaan tidak membuat kita berpecah dan mementingkan ego masing-masing, tidak saling menyalahkan , etc semoga Allah memberi petunjuk kepada kita, dan menguatkan kembali tali persaudaraan diantara kita, amiiin
Allahu akbar ….!!!!
Wassalamu’alaikum wr.wb.









